BIODATA PENYAIR INDONESIA

BIODATA PENYAIR INDONESIA

AMIR HAMZAH. Dilahirkan di Tanjungpura, Langkat (Sumatera Utara), 28 Februari 1911. Meninggal dalam peristiwa revolusi sosial di Sumatera Utara pada 20 Maret 1946. Pendidikannya: tamat HIS, melanjutkan ke MULO di Medan, kemudian AMS-A Solo, dan Sekolah Hakim Tinggi di Jakarta (hingga tingkat kandidat). Bersama Sutan Takdir Alisyahbana dan Armijn Pane, Amir Hamzah mendirikan majalah Pujangga Baru pada tahun 1933. Kumpulan puisinya: Nyanyi Sunyi (1937), Buah Rindu (1941) dan Padamu Jua (2000).

CHAIRIL ANWAR. Dilahirkan di Medan pada 26 Juli 1922. Meninggal pada 28 April 1949 di Jakarta. Berpendidikan HIS dan MULO (tidak tamat). Bersama Asrul Sani, Rivai Apin dan lain-lain ikut mendirikan “Gelanggang Seniman Merdeka” (1946), kemudian ia menjadi redaktur “Gelanggang” (ruang budaya Siasat, 1948-1949) dan redaktur Gema Suasana (1949). Kumpulan puisinya: Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949), Deru Campur Debu (1949), Tiga Menguak Takdir (bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, 1950), Aku Ini Binatang Jalang (1986), dan Derai Derai Cemara.


SUBAGIO SASTROWARDOYO. Dilahirkan di Madiun, Jawa Timur, 1 Februari 1924, meninggal di Jakarta 18 Juli 1995. Berpendidikan HIS (di Bandung dan Jakarta), HBS, SMP dan SMA (di Yogyakarta), Fakultas Sastra UGM (tamat 1958) dan meraih M.A. dari Department of Comporative Literature, Universitas Yale, AS (1963). Kumpulan puisinya: Simphoni (1957), Daerah Perbatasan (1970), Keroncong Motinggo (1975), Buku Harian (1979), Hari dan Hara (1982), dan Kematian Makin Akrab (1995).


RENDRA. Dilahirkan di Solo, 7 November 1935. Mengikuti pendidikan di Jurusan Sastra Barat Fakultas Sastra UGM (tidak tamat), kemudian memperdalam pengetahuan mengenai drama dan teater di American Academy of Dramatical Arts, Amerika Serikat (1964-1967). Sepulang dari Amerika, ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta dan sekaligus menjadi pemimpinnya. Tahun 1971 dan 1979 ia membacakan sajak-sajaknya pada Festival Penyair International di Rotterdam, pada tahun 1985 ia mengikuti Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman. Kumpulan puisinya; Ballada Orang-orang Tercinta (1956), 4 Kumpulan Sajak (1961), Blues Untuk Bonnie (1971), Sajak-sajak Sepatu Tua (1972), Potret Pembangunan dalam Puisi (1980), Disebabkan Oleh Angin (1993), Orang-orang Rangkasbitung (1993), Perjalanan Aminah (1997).


TAUFIQ ISMAIL. Dilahirkan di Bukittinggi, 25 Juni 1937. Menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Hewan UI, Bogor (1966), kini menjadi redaktur majalah Horison. Kumpulan puisinya: Benteng (1966), Tirani (1966), Buku Tamu Musium Perjuangan (1969), Puisi Puisi Sepi (1971), Kota, Pelabuhan, Ladang, Angin, dan Langit (1971), Sajak Ladang Jagung (1973), Tirani dan Benteng (1993), dan Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia (1998).


GOENAWAN MOHAMAD. Dilahirkan di Batang, Jawa Tengah, 29 Juli 1941. Mengikuti pendidikan di Fakultas Psikologi UI (1960-1964), kemudian memperdalam pengetahuan di College d’Europe, Brugge, Belgia (1965/1966), Universitas Oslo, Norwegia (1966), dan Universitas Harvard (1989-1990). Pernah menjadi wartawan Harian Kami (1966-1970), anggota Dewan Kesenian Jakarta (1968-1971), pemimpin redaksi majalah Express (1970-1971), Anggota Badan Sensor Film (1969-1970), redaktur Horison (1969-1972), Pemimpin redaksi majalah Tempo (1971-1994) dan pemimpin redaksi majalah Zaman (1979-1985). Kumpulan puisinya: Parikesit (1971), Asmaradana (1992), Misalkan Kita di Sarajevo (1998).


ABDUL HADI W.M. Dilahirkan di Sumenep, Madura, 24 Juni 1946. Pernah kuliah di Fakultas Sastra UGM, hingga sarjana muda (1965-1967), kemudian studi filsafat barat di Fakultas Sastra UGM hingga tingkat doktoral (1968-1971), studi antropologi di Fakultas Sastra Universitas Pajajaran (tidak tamat, 1971-1973), dan terakhir meraih Doktor dari Universitas Sains Malaysia (1996). Kumpulan puisinya: Meditasi (1976), Laut Belum Pasang (1971), Cermin (1975), Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975), Tergantung Pada Angin (1977) dan Anak Laut Anak Angin (1983).


SAPARDI DJOKO DAMONO. Dilahirkan di Solo, 20 Maret 1940. Menyelesaikan pendidikan di Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra UGM (1964), kemudian memperdalam pengetahuan di Universitas Hawaii, Honolulu, Amerika Serikat (1970-1971) dan meraih gelar Doktor dari Universitas Indonesia (1989). Sejak tahun 1975 mengajar di Fakultas Sastra UI. Kumpulan puisinya: DukaMu Abadi (1969), Mata Pisau dan Akuarium (1974) , Sihir Hujan (1984), Perahu Kertas (1983), Hujan Bulan Juni (1994), Arloji (1999), Ayat-ayat Api (2000).

SUTARDJI CALZOUM BACHRI. Dilahirkan di Rengat, Riau, 24 Juni 1941. Pendidikan terakhir: Jurusan Adminstrasi Negara Fakultas Sosial dan Politik Universitas Padjajaran (sampai tingkat doktoral). Pernah mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, Iowa City, AS (1974/1975) dan Festival Penyair International di Rotterdam, Belanda (1975), sejak 1979 menjadi redaktur Horison. Kumpulan puisinya: Amuk (1977), O (1973), Amuk (1979) dan O Amuk Kapak (1981).


AFRIZAL MALNA. Lahir di Jakarta, 7 Juni 1957. Pendidikan akhir Sekolah Tinggi Filsafat Dri-yarkara (tidak selesai). Buku yang pernah terbit: Abad Yang Berlari, 1984 (mendapat penghargaan Hadiah Buku Sastra Dewan Kesenian Jakarta, 1984), Yang Berdiam Dalam Mikropon, 1990; Arsitektur Hujan, 1995 (mendapat penghargaan dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebu-dayaan RI, 1996). Biography of Reading, 1995. Kalung dari Teman Karya yang terbit dalam antologi bersama: Perdebatan Sastra Kontekstual (Ariel Heryanto, 1986); Tonggak Puisi Indonesia Modern 4 (Linus Suryadi, 1987); Cerpen-cerpen Nusantara Mutakhir (Suratman Markasan, Kuala Lumpur, 1991); Dinamika Budaya dan Politik (Fauzie Ridjal, 1991); Traum der Freiheit Indonesien 50 jahre nach der Unabhangigkeit (Hendra Pasuhuk & Edith Koesoemawiria, Köln, 1995). Ketika Warna Ketika Kata (Taufiq Ismail, et.all, 1995); Pistol Perdamaian Cerpen Pilihan Kompas 1996; dalam Frontiers of World Literature (Iwanami Shoten, Publishers, Tokyo, 1997) dalam bahasa Jepang; jurnal Cornell University (Indonesia, Ithaca, Oktober, 1996); dan Anjing-anjing Memburu Kuburan, Cerpen Pilihan Kompas 1997. Penghargaan lain yang pernah diperoleh: Kincir Perunggu untuk naskah monolog dari Radio Neder-land Wereldomroep, 1981. Republika Award untuk esei dalam Senimania Republika harian Republika, 1994. Dan esei majalah Sastra Horison, 1997. Pengalaman : Sejak 1983 hingga 1993 banyak menulis teks pertunjukan Teater Sae. Tahun 1995 membuat pertunjukan seni instalasi (Hormat dan Sampah) bersama Beeri Berhard Batschelet dan Joseph Praba di Solo. Dan tahun 1996 kolaborasi pertunjukan seni instalasi Kesibukan Mengamati Batu-Batu, dengan berbagai seniman dari berbagai disiplin di TIM Jakarta; Ruwatan Bumi – Tolak Bala dalam jaringan seniman dan NGO "Aliansi Indonesia untuk Bumi dan Kehidupan Bersama", 1997; dan Kolaborasi Kesaksian Rakyat "Kompor Mledug", 1997 bersama UPC, NGO dan beberapa seniman Jakarta. Pernah mengunjungi beberapa kota di Swiss dan Hamburg, memberikan diskusi teater dan sastra di beberapa universitas dalam rangka pertunjukan Teater Sae (Mei-Juni 1993) yang mementaskan naskahnya. Baca dan workshop puisi di Den Haag, 1995, dalam forum penyair Indonesia-Belanda. Memberikan diskusi dan baca puisi di beberapa universitas di Köln, Bonn dan Hamburg, 1995. Mengikuti Poetry International Rotterdam, 1996. Mengikuti Persidangan Kesusasteraan Asia Pasifik, Kuala Lumpur, November 1997.

JOKO PINURBO. Dilahirkan di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, pada 11 Mei 1962. Pendidikan terakhir di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Sanata Dharma, Yogya (tamat 1987). Kumpulan puisinya: Celana (1999), Di Bawah Kibaran Sarung (2000), Pacar Kecilku (2002).

NANANG SURYADI, lahir di Pulomerak, Serang pada 8 Juli 1973. Staff pengajar FE Unibraw yang menyukai seni budaya ini berinteraksi kreatif dengan rekan-rekan yang memiliki minat pada seni, antara lain dalam: Yayasan Multimedia Sastra (YMS) serta di Cybersastra.net (sebagai redaktur puisi), Teater Kunci SMA Negeri Cilegon (sebagai pendiri dan ketua 1989-1990), Teater Ego FE Unibraw (sebagai salah seorang pendiri dan ketua 1992-1994), Unit Aktivitas Teater Mahasiswa Unibraw (sebagai ketua 1993-1994), HP3N (Himpunan Pengarang, Penulis, Penyair Nusantara), Forum Pekerja Seni Malang, Komunitas Sastra Indonesia (KSI), LSMI (Lembaga Seni Mahasiswa Islam), Komunitas Belajar Sastra Malang (KBSM), Masyarakat Sastra Internet (MSI),. Puisi-puisinya dimuat berbagai media massa di dalam dan luar negeri, antara lain: Jurnal Puisi, Bahana (Brunei) dan Perisa (Malaysia), Horison, Suara Pembaruan, Kompas, Republika, Pikiran Rakyat, Korantempo, Lampung Post, Jawa Pos, Harian Banten, Sijori Mandiri (Batam), Mimbar Umum (Medan), Majalah Menjemaat (Medan), Majalah Media Pembinaan, Majalah Indikator (FE Unibraw), Tabloid Mimbar (Unibraw), Buletin Kreatif (HP3N Malang), Jurnal Revitalisasi Sastra Pedalaman, Mingguan Pelajar, Buletin Jendela Seni, Buletin Independent (HMI), serta disiarkan melalui Radio Jerman Deutsche Welle, situs cybersastra.net, bumimanusia.or.id dan detikplus.com. Buku-buku puisi yang menyimpan puisinya, antara lain: Sketsa (HP3N, 1993), Sajak Di Usia Dua Satu (1994), dan Orang Sendiri Membaca Diri (SIF, 1997), Silhuet Panorama dan Negeri Yang Menangis (MSI,1999) Telah Dialamatkan Padamu (Dewata Publishing, 2002) sebagai kumpulan puisi pribadi. Sedangkan antologi puisi bersama rekan-rekan penyair, antara lain: Cermin Retak (Ego, 1993), Tanda (Ego- Indikator, 1995), Kebangkitan Nusantara I (HP3N, 1994), Kebangkitan Nusantara II (HP3N, 1995), Bangkit (HP3N, 1996), Getar (HP3N, 1995 ), Batu Beramal II (HP3N, 1995), Sempalan (FPSM, 1994), Pelataran (FPSM, 1995), Interupsi (1994), Antologi Puisi Indonesia (Angkasa-KSI, 1997), Resonansi Indonesia (KSI, 2000), Graffiti Gratitude (Angkasa-YMS, 2001), Ini Sirkus Senyum (Komunitas Bumi Manusia, 2002), Hijau Kelon & Puisi 2002 (Penerbit Buku Kompas, 2002).. Email: nanangs@cybersastra.net Alamat: Jalan Raya Anyer No. 8, RT 01/I Kampung Gardu Iman Kelurahan : Warnasari – Cilegon 42443

HASAN ASPAHANI, Lahir di Sei Raden (Kaltim) 9 Maret 1971 pada sebuah keluarga sederhana petani kelapa. Tak ingin mengingat sejak kapan ia menyukai dan memulai menulis puisi. "Mestinya bacaan yang pertama kali diajarkan adalah puisi." Ia pernah mengakrabi kota Balikpapan (waktu SMA), dan Bogor (saat diundang IPB). Dia bukan orang yang istimewa. Sekarang bekerja sebagai Redaktur Pelaksana di POSMETRO BATAM. Di kota ini menjalani hidup bersama Dhiana (yang disapanya Na') dan Shiela (yang memanggilnya Abah) dan menunggu kelahiran anak yang kedua (kalau lelaki namanya Ieqra).



Popular posts from this blog

Jaringan Situs Sastra

Situs Tentangku